Mata Hati

Kisruh Nubuatan Nabi

Author : Pdt. Bigman Sirait | Wed, 30 November 2011 - 14:57 | visits : 4564
Tags : Artikel Pentakosta Doktrin Roh Kudus Isu Kontemporer

Pdt. Bigman Sirait

Follow Twitter: @bigmansirait

JUDUL ini tak hendak menga-takan ada kekisruhan pada nubuatan nabi, melainkan pada penafsirannya. Adalah nu-buatan nabi Yoel di pasal 2:28-32 yang menjadi pokok masalah. Yoel bernubuat;

“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan men-curahkan Roh-Ku keatas semua manusia, maka anak anakmu laki laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan medapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga keatas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan kucurahkan Roh-Ku pada hari hari itu (28-29)”.

Ayat ini telah dijadikan argumentasi, bahwa semua ini terjadi sekarang ini, diwaktu zaman akhir. Itu sebab penumpangan tangan pada anak-anak, untuk menerima karunia Roh dilakukan oleh orang-orang tertentu. Lalu muncul  fenomena pengkhotbah atau pemujizat cilik. Orang Kristen berbondong bondong datang, dan kisahnya pun merebak keberbagai tempat. Kesaksian kesana-kemari. Belum lagi penyebaran melalui teknologi media, baik SMS maupun BB messenger, tanpa cross chek. Tampaknya, umat dengan gelap mata menterjemahkan semua ini. Ini zaman akhir, Roh Tuhan dicurahkan, teriak para pengkhotbah dengan retorika yang meyakinkan. Memahami ayat ini dengan benar menjadi sangat perlu, agar tidak menyesatkan umat.

Berbicara tentang pengkhotbah yang tak rela belajar, tetapi sangat bergairah berkhotbah, sudah tak terbilang jumlahnya. Trend menjadi pengkhotbah sedang mewabah. Sekelompok orang berkata, luar biasa! Tuhan berkarya dengan dahsyatnya. Mereka berbicara, tapi mengabaikan peringatan Tuhan Yesus sendiri tentang zaman akhir ini, supaya berhati hati kepada nabi, rasul, guru, bahkan mesias palsu. Persoalan ini, disaat ini, menjadi besar karena pemahaman soal waktu zaman akhir yang tidak tepat. Pengkhotbah akhir jaman pada umumnya memandang sekaranglah zaman akhir itu. Mereka lupa, atau memang tidak tahu, bahwa era yang disebut sebagai jaman akhir dimulai dari kenaikan Tuhan Yesus ke surga.

Dalam Kisah Rasul 1:11, jelas dikatakan bahwa Yesus yang terangkat kesurga, akan datang kembali dengan cara yang sama. Inilah era penantian kita akan kedatangan kembali Tuhan Yesus Kristus yang disebut sebagai jaman akhir, yaitu kenaikan dan kedatangan kembali. Jadi sudah dimulai sejak 2000 tahun yang lalu, bukan baru sekarang. Paulus sendiri sebagai rasul menegaskan tentang zaman akhir sudah tiba dimasa pelayanannya (1 Korintus 10:11 band 2 Timotius 3:1). Jadi, sekali lagi, bukan baru sekarang sekarang ini. Itu penggelapan data Alkitab. Kapan Dia akan datang kembali? Tidak ada yang mengetahuinya. Ini ucapan Tuhan Yesus sendiri (Markus 13:32). Walaupun sekarang sudah terlalu banyak yang merasa tahu, sehingga lebih tahu daripada Tuhan Yesus sendiri. Inilah pertanda kepalsuan.

Kembali kepada nubuatan nabi Yoel, apakah itu menunjuk kepada masa kini, dan menunjuk kepada anak anak yang bernubuat? Bacalah Alkitab dengan teliti, maka semua nabi, rasul, pelayan Tuhan, tunggu sudah dewasa baru boleh melayani. Dan tidak ada anak-anak, dalam pengertian anak kecil yang bernubuat. Jika disebutkan sekarang inilah waktunya, maka ini menjadi pembodohan yang keluar dari garis Alkitab. Segala sesuatu ukurannya harus berdasarkan Alkitab, bukan praduga, atau tafsir yang tidak bedasar. Apalagi sekedar berkata, “Tuhan berkata kepada saya”. Itu sangat manipulatif, jika tak sesuai alkitab. Apa yang dinubuatkan oleh nabi Yoel dengan tegas telah dikatakan oleh rasul Petrus. Ingat, era para rasul adalah era yang sama dengan kita, jaman akhir, di mana posisinya sama, menunggu kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Nubuatan nabi Yoel sudah digenapi, kata rasul Petrus. Ini jelas tertulis dalam Kisah Rasul 2:15-16, 17-21. Hari itu adalah hari Pentakosta, yang kita kenal sebagai hari pencurahan Roh Kudus, dimana para rasul dipenuhi oleh kuasa Roh. Tepat seperti yang dikatakan Yoel, bahwa Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya. Nah, apa hubungannya dengan anak-anak bernubuat, orangtua bermimpi, teruna mendapat penglihatan, juga para hamba atau istilah kita sekarang para pembantu. Jelas dalam Kisah 2, hal itu tidak ada.

Mengapa Petrus menyebut peristiwa hari Pentakosta adalah penggenapan nubuatan Yoel? Sederhana saja, yang pertama, sudah pasti Petrus sebagai Rasul tidak asal bunyi, seperti kebanyakan pengkhotbah masa kini. Petrus pasti berbicara benar, dan itu yang disaksikan Alkitab. Apa yang terjadi pada hari Pentakosta memang tidak biasa, spektakuler. Mereka semua orang Galilea yang hanya mengerti bahasa Galilea, mendadak oleh kuasa Roh Kudus yang dicurahkan, mereka bisa berbahasa yang bukan bahasa mereka sendiri. Paling tidak, ada kurang lebih 14 bahasa dan dialek, termasuk bahasa Arab. Mereka berbicara tentang perbuatan perbuatan besar yang dilakukan Allah. Ya, para rasul itu menyebut nama Allah dalam bahasa Arab, luar biasa bukan. Agak aneh juga ketika dimasa kini ada kelompok orang Kristen yang tak mau menyebut nama Allah, yang rasul sendiri mengucapkannya oleh kuasa Roh Kudus.

Nah, peristiwa yang luar biasa ini, tidak lazim, dan baru yang pertama kali dalam catatan Alkitab, disebut Petrus sebagai penggenapan nubuatan nabi Yoel. Sama seperti belum ada peristiwa anak-anak bernubuat, begitulah para rasul itu berbahasa yang bukan bahasa mereka. Bagaikan anak-anak bernubuat. Jadi bukan anak-anak bernubuat secara harafiah. Ini adalah bahasa simbolik menujuk peritiwa hari pentakosta. Penggambaran yang tepat sekali. Dan ini adalah kata rasul Petrus. Jadi, sekali lagi, nubuatan nabi Yoel sudah digenapai, bagaimana mungkin orang Kristen masa kini memaksakan anak-anak ditumpangi tangan untuk mendapatkan karunia Roh Kudus. Sungguh suatu tindakan yang tidak tepat, sangat magis, dan mirip dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang bukan Kristen, yang anak-anak mereka ditumpangi tangan untuk kekuatan tertentu. Yesus sendiri adalah Tuhan, namun disunat usia 8 hari, ditahbiskan sebagai anak taurat di usia 12 tahun, dan memulai pelayan ketika berumur 30 tahun (Lukas 2:21,42, 3:23). Padahal, Tuhan Yesus sendiri lebih dari siapapun umat manusia, tetapi Dia tak seperti umat yang kebablasan dengan semangat new age-nya.

Mengingat rawannya hal tafsir yang sembrono, maka sudah semestinya setiap orang mempersiapkan dirinya sebagai pengkhotbah. Tak hanya berani berkhotbah, tetapi juga harus berani belajar, agar tak menyesatkan. Bicarakanlah apa yang sudah jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan secara teologis. Soal kesalahan memahami Alkitab, tidak hanya soal nubuatan nabi Yoel, tapi masih banyak yang lainnya. Ini akan kita ulas dikesempatan lain, khususnya yang berkaitan dengan isu jaman akhir. Disisi lain, memahami kitab nabi Yoel yang terdiri dari 3 pasal secara utuh akan menolongkan kita mengerti maksud dan tujuannya. Yoel mengingatkan Israel akan murka Allah (pasal 1), yang digambarkan dengan tulah belalang. Dengan segera kita diingatkan akan tulah kedelapan yang dijatuhkan Tuhan atas Mesir, dalam rangka pembebasan Israel. Mesir ditimpa murka Allah, dan tentu sangat menyedihkan ketika hal itu sekarang menimpa bangsa Israel. Karena itu, seruan bertobat dikumandangkan oleh sang nabi (pasal 2). Jika tak ingin murka Allah menimpa mereka, kembali kepada Allah adalah jalan satu satunya. Lalu, nabi Yoel juga menyampaikan janji Allah bagi mereka yang bertobat. Musuh musuh Israel akan dihukum dan berkat Tuhan akan dilimpahkan (pasal 3).

Seluruh rangkaian ini menggambarkan kehidupan umat Tuhan disegala jaman. Diantara inilah munculnya nubuatan yang kita bahas. Tepat sekali menggambarkan situasi Israel, dan lahirnya gereja Tuhan dihari Pentakosta sebagai harapan dan jalan berdamai dengan Tuhan. Pengharapan itu digenapi dalam peristiwa Pentakosta yang menjadi titik awal yang penting dalam perjalanan gereja Tuhan diera perjanjian baru, di era jaman akhir. Biarkanlah Alkitab menafsirkan Alkitab, pasti akan sangat bijak. Berhentilah mengatasnamakan suara Tuhan untuk melegalisir khotbah. Akhirnya, kini teranglah sudah kisruh tafsir nubuat nabi Yoel, walaupun tetap gelap bagi yang bebal. Selamat menikmati kebenaran.         

 

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top