1 Korintus

Jangan Jatuh Di Lobang Yang Sama

Author : Pdt Slamet Wiyono | Thu, 20 October 2016 - 16:43 | visits : 599

Mendisiplinkan diri adalah kunci sukses meraih prestasi.  Piala dan mahkota menjadi penandanya. Dua olahragawan, pelari dan petinju dipakai Paulus untuk menggambarkan.  Sebaliknya, ketidakdisipilinan mendatangkan sengsara, bahkan kebinasaan.  Ketidakdisiplinan Israel di masa lalu adalah contohnya.  Kisah ini dikemukakan Paulus untuk mengingatkan umat di Korintus, terkhusus para pengritiknya agar tidak terjebak dalam lubang yang sama. 

Bangsa Israel adalah bangsa yang di berkati.  Betapa tidak, merek terus-menerus berada di bawah lindungan Allah yang ekspresinya dalam bentuk “perlindungan awan.  Mereka juga telah melihat sendiri ketidakmungkinan menjadi sebuah kemungkinan bagi Allah dengan melintasi laut.   Hal ini juga sekaligus menjadi sebuah tanda baptis yang dibuat Allah, agar Israel diperkenan menjadi pengikut Musa, pemimpin yang diperkenan Allah. Hal ini mengandaikan adanya hak istimewa yang mengacu kepada kesatuan, keterikatan dengan pemimpin, dalam hal ini adalah Musa.  Tidak itu saja, Allah juga telah memelihara keselurihan mereka dengan memberi makanan jasmani yang sama.  Juga makan dan minum makanan dan minuman rohani yang sama. 

Namun ironi besarnya adalah, Allah ternyata tidak berkenan kepada sebagian terbesar dari mereka. Dan untuk itu mereka semua  telah dibinasakan Allah di padang gurun (10:5).  Ada apa gerangan? Allah sendiri yang berinisiatif untuk menolong, memelihara dan menuntun Israel sebegitu jauhnya, namun ternyata Allah yang sama juga membinasakan mereka. 

Kesalahan tentu bukan pada Allah yang berprakarsa, tapi manusianya yang tidak memanfaatkan dengan baik kesempatan yang diberikan.  Penyembahan berhala, bersungut-sungut, dan pesta pora memuaskan keinginan diri adalah ekspresi kesalahan mereka.   Hal yang sangat dapat dimahfumkan (dimaklumi) jika kemudian Allah membinasakan.  Alih-alih mereka semakin kencang bergantung pada Allah, menjadi lebih setia dan beriman kepadanya, yang ditunjukkan ternyata justru sebaliknya.  Ketidakmampuan membatasi diri, ketidakmampuan mengekang dan ketidakdisiplinan atas perintah Allah adalah bentuk nyata dari ketidaksetiaan Israel. 

Ya, sekali lagi “jangan jatuh di lobang yang sama” adalah hal yang diharapkan Paulus menjadi ingatan bagi umat di Korintus. Ilustrasi tentang kegagalan ini ditunjukkan untuk menasihati jemaat di Korintus agar waspada dan supaya mereka tidak gagal juga.  ”Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh  bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala,  sama seperti beberapa orang dari mereka…”, Slawi

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top