Mata Hati

Kejahatan Di 2010

Fri, 15 January 2010 - 13:13 | visits : 1722
Tags : Doktrin Dosa

Pdt. Bigman Sirait

Follow Twitter: @bigmansirait

Reformata.com - JUDUL ini sengaja dipilih dengan memanfaatkan psikologi masyarakat yang telah menon-ton atau mengikuti perkembangan isu seputar film “2012”, sekaligus menjadi penghantar kita memasuki tahun 2010. Ya “2012”, sebuah film yang cukup menggoncang dan menimbulkan banyak kontro-versi. Kontroversi pertama tentu saja melanda para penonton, yang saling beradu argumentasi dalam memaknai film ini. Ada yang meng-anggap ini hanya sebuah film saja, dan tidak memiliki makna apa pun. Kelompok pecinta teknologi kom-puter tentu lain lagi komentarnya. Yang menjadi konsen mereka ada-lah teknologi yang dipakai dalam menggambarkan kehancuran dunia yang dianggap mampu mengharu-biru rasa. “Canggih dan sangat hidup,” itu ungkap mereka. Sementara kelompok lainnya coba mencari makna dengan mengutip tujuan sang sutradara dalam mem-buat film ini.


Pesan moral yang ingin disam-paikan adalah supaya manusia sadar diri, dan bisa hidup lebih baik lagi. Apalagi lebih dari separuh pendu-duk bumi percaya pada apa yang disebut hari kiamat. Khususnya para penganut agama samawi. Lain lagi dengan mereka yang menyukai isu anthropologi. Kisah kalender suku Maya menjadi daya tarik sen-diri bagi mereka untuk coba dipa-hami. Ya suku Maya, yang merupa-kan salah satu suku Indian yang cukup besar. Sekalipun tetua suku Maya sendiri telah menegaskan bahwa suku Maya tidak mengenal konsep hari kiamat. Mereka meya-kini tahun 2012 akan ada sebuah peristiwa besar. Apa itu, tidak jelas. Tapi yang jelas bukan hari kiamat, yang memang konsepnya tidak mereka kenal.


Sementara para pebisnis, tentu saja melihat ini sebagai bisnis empuk, menjual produk untuk memenuhi rasa ingin tahu publik. Ya, rasa ingin tahu selalu menjadi demand yang bagus dan sudah pasti mencipta profit yang wah. Tapi yang hebat, ternyata institusi agama pun tersentak dan memberi berbagai komentar yang cukup variable. Ada yang setuju dan menganggap itu sebagai sebuah isu yang sah. Ada juga yang menganggap serius hal ini. Tapi yang lebih keras bahkan mengu-tukinya sebagai produk setan, me-nyesatkan, dan tidak layak tonton. Yang pasti film “2012” telah mendulang diskusi hingga debat dan makian.
Semua pendapat memiliki kebe-naran dalam ukuran kacamatanya masing-masing. Soal keuntungan itu yang pasti, karena semua bios-kop yang memutar film ini mem-beludak, penonton rela berbaris panjang hanya untuk selembar karcis. Dan hebatnya, untuk yang satu ini tak ada yang memperde-batkannya. Maklum keuntungan tidak untuk dibagikan melainkan dinikmati oleh sang pencipta ide. Yang mereka bagikan adalah perdebatannya, hebat kan?


Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan serius adalah ada apa di 2010. Membicarakan hal ini, tulisan ini tak bermaksud untuk bertanding dengan penglihatan paranormal, atau, tak juga berminat berdiri bersama para pengamat dari berbagai disiplin ilmu. Tulisan ini bukan sebuah analisis, penglihatan, apalagi spekulasi, melainkan sebuah fakta yang diajarkan Alkitab. Tahun 2010, memang semakin dekat dengan 2012 (isu kalender suku Maya). Juga semakin dekat dengan tahun 2018 (sebuah tafsir tentang kedatangan Tuhan, dengan asumsi Israel merdeka tahun 1948, ditam-bah 1 angkatan 70 tahun). Ada juga versi lainnya 1 angkatan 40 tahun, yang berarti kedatangan Tuhan tahun 1988, tapi ini telah terbukti sangat salah. Walaupun para pengkhotbahnya yang meng-khotbahkan ini di waktu lampau, tidak merasa salah.


Inilah dunia agama yang seringkali bermuka dua. Yang pasti adalah, tidak ada yang perlu ditakutkan, karena Alkitab mengajarkan kepada orang percaya bahwa kedatangan Yesus Kristus yang kedua tidak ada yang tahu, bahkan malaikat sekalipun (Markus 13: 32). Jadi berbahagialah karena tahun 2012, kita tahu, bahwa kita tidak tahu Yesus Kristus datang atau tidak. Tapi yang pasti kita tahu adalah, harus hidup berjaga-jaga (Markus 13: 33-37). Jadi mudah sekali memahami dan menjalani tahun 2010, yaitu berjaga-jaga, yang berarti hidup sesuai Firmah Allah. Yang menjadi masalah adalah jika Anda ternyata tidak mengerti apa itu Firman Allah. Ini bahaya. Sementara soal kejahatan di tahun 2010, Alkitab juga sangat jelas. Kejahatan akan terus bertambah dan tidak akan pernah berkurang (2 Timotius 3:13).
Di sisi lain, Rasul Paulus juga mengingatkan bahwa waktu-waktu yang berjalan ini sebagai jahat (Efesus 5:16). Jahat karena setan akan berusaha menyesatkan sebanyak-banyaknya orang per-caya agar terpisah dari kasih Yesus Kristus. Ini menjadi warna hitam dalam menyongsong kedatangan Yesus Kristus yang semakin mende-kat. Tahun 2010, sudah pasti akan menjadi waktu di mana manusia bertambah jahat. Ini adalah realita yang tak bisa kita hindari, tapi juga bukan hal yang menakutkan. Dari tahun ke tahun kejahatan akan terus bertambah, justru menjadi tantangan bagi orang percaya untuk berkarya. Orang percaya harus semakin giat menyuarakan kebenaran, memenangkan jiwa untuk Tuhan. Menolong lebih ba-nyak lagi orang agar tidak terjebak pada perangkap setan. Di sinilah pertarungan rohani yang sesung-guhnya terjadi. Ini akan menjadi medan tempur yang sangat strategis jika orang percaya menyadari dan bertempur dengan iman yang benar.


Sudah terlalu lama gereja hanya berdoa bagi bangsa dan kehidupan ini, namun tak terjun langsung, tidak hadir untuk mencipta karya. Alkitab dengan jelas mengajarkan agar kita berdoa dan bekerja, bukan hanya salah satunya. Iman dan perbuatan, doa dan kerja, adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Kejahatan me-mang pasti akan bertambah, namun jika kebaikan terus berku-rang, dan petobat baru tak keliha-tan, itu indikasi terang, betapa gereja gagal menjalankan tugas-nya. Karena itu semua kita jangan lagi hanya terjebak pada kebang-gaan ritual belaka, tetapi karya nyata. Seperti semangat Natal, di mana Yesus Kristus Tuhan, turun ke dunia menjadi manusia, sama dengan kita. Bukankah seharusnya kita juga turun dari menara gereja dan melayani ke bawah, di mana kejahatan merajalela. Juga tak terjebak pada penglihatan belaka, lihat ini dan lihat itu, namun tak berbuat apa-apa.
Entah berapa kali Alkitab mem-peringatkan perilaku seperti ini, namun tampaknya umat tetap saja ada di sana. Jika umat tak juga belajar, maka jangan berharap ada petobat baru yang sejati. Petobat yang mudah dikenali dari peruba-han kualitas hidupnya, bukan sekadar perubahan kegiatannya. Bukan sekadar ke gereja padahal sebelumnya tidak, tapi perubahan bahwa dulu dia suka menipu seka-rang tidak lagi. Jika yang terjadi dia rajin ke gereja namun tetap menipu, itu berarti telah terjadi penipuan pada angka pertobatan.


Karena itulah diperlukan kerja keras yang lebih keras lagi di 2010, agar gereja menjadi sehat sesuai panggilanya untuk menga-lahkan kejahatan. Tak perlu bertanya apakah 2010 akan lebih baik dari 2009, karena itu adalah pertanyaan yang tidak bijak. Atau bahkan pengharapan sekalipun, agar tahun berikutnya lebih baik. Yang benar adalah tekad, tahun depan hidup lebih benar lagi sesuai Firman Tuhan, terus bertumbuh dari tahun ini. Soal baik, Tuhan tak pernah merancang yang jahat bagi umat-Nya. Bahkan, jikapun ada kejahatan, di balik fenomena-nya tampak jelas Tuhan yang me-melihara. Tangan-Nya tak pernah lepas dalam memimpin umat-Nya, tapi tangan umatlah yang suka lepas dan mencoba untuk meme-gang yang lainnya. Inilah kejaha-tan umat. Tidak ada yang mena-kutkan dari 2010 atau tahun-tahun lainnya. Yang menakutkan adalah sikap umat yang seringkali tidak setia. Dan, kejahatan 2010 sudah nyata, yaitu jika umat tidak bertumbuh dalam iman dan tidak semakin kuat bergantung kepada Tuhan. Inilah malapetaka yang mengerikan, karena ini berarti pemberontakan terhadap keteta-pan Allah.


Selamat memasuki 2010, se-moga Anda dan saya bukan salah satu dari yang berbuat jahat dan hidup menetap di kejahatan itu. Dan, jangan pula sibuk soal waktu kedatangan Tuhan, melainkan sibuklah mengisi waktu menjalan-kan kehendak Tuhan.


See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top