Keluaran

Keluaran 4:1-31

Author : Nikodemus Rindin | Fri, 8 March 2019 - 14:15 | visits : 147
Tags : Alkitab Bible Ekposisi Gereja Keluaran 4131 Khotbah Pendalaman Study Tafsiran

Dalam bagian ini kita melihat bagaimana pertemuan Musa dengan Tuhan. Masa 40 tahun Musa berada dalam istana dan 40 tahun ia berada di padang gurun mengembalakan domba milik mertuanya Yitro, hidup bersama dengan anak dan istrinya. Lumrah bila keinginan pulang menipis dan ditambah dengan pengalaman yang pernah di alaminya di Mesir yang kurang menyenangkan terhadap bangsa yaitu. Ketika Musa menanyakan siapakah nama Allah yang mengutusnya maka Dia menyebut dirinya “Aku adalah Aku.” Allah yang tidak bertingkat dalam konsef kerajaan tetapi Dia adalah Allah yang berdaulat. Dia adalah Allah yang tidak bisa digugat. Nama-Nya adalah Dia, tidak ada indentifikasi nama. Ketika Tuhan bertanya kepada Musa, apa yang ada ditanganmu itu? Jawab Musa: “tongkat.”Kenapa diberi nama tongkat Allah karena Allah telah memberkati tongkat Musa sebagai alat mujizat. Apa yang dilakukannya kemudian akan dipahami sebagai bagian dari pernyertaan Tuhan atas hidup mereka. Maka dari itu, ketika tongkat itu dileparkan, tongkat menjadi ular dan ketika tangan diulurkan menjadi tongkat kembali. Lalu ketika memasukan tangan ke dalam baju ketika keluar mendadak kena kusta. Kusta adalah symbol kenajisan. Ketika dimasukan lagi putih lagi menjadi salju. Semuanya itu terjadi merupakan suatu perwujudan tentang kuasa Allah itu. Pada akhirnya tanda demi tanda menjadi starting point dari perjalanan Musa adalah nyatanya penyertaanTuhan, itu intinya.

Apakah Tuhan bias membikin mujizat tanpa tongkat? Tentu saja bisa. Tongkat hanyalah kembang-kembang dan jangan sampai membuat focus kita menjadi pecah. Karena Tuhan bias melakukan apa pun. Yang problem di sini adalah Musa, dan bukan Tuhan yang problem dalam membuat mujizat. Musa yang problem untuk mempercayai-Nya. Tuhan membuat mujizat kapan saja dan apa pun bisa. Sesudah semuanya terjadi Musa tidak bias berdalih lagi. Namun lagi, lagi Musa berkata bahwa dirinya berat mulut dan berat lidah. Musa memang seseorang yang gagap bicara, namun ini menjadi menarik karena sekarang ini orang rindu menjadi pengkhotbah lalu ingin menjadi pengkhotbah berlatih dengan fasih lidah. Tapi takut pada Tuhan sudah tidak adalagi. Musa itu tidak fasih lidah, tapi Tuhan pakai luar biasa. Yang diperlukan sebetulnya adalah ketulusan hati kita, Tuhan akan memakai kita dengan cara-Nya yang unik adanya. Mother Teresa bukan pengkhotbah yang hebat tetapi hatinya wow! Bagaimana dia terjun dalam pelayanan yang membuat kita tidak kebayang karena ketulusan hatinya yang luar biasa. Dan Tuhan memakai Musa yang tidak fasih lidah itu dan dipertemukan dengan Harun yang fasih lidah untuk saling melengkapi. Dalam pelayanan kita tidak bias mengerjakan semuanya, kita butuh pelengkap.

Ketika Musa dating kepada mertuanya untuk meminta ijin pergi, maka Yitro mempersilahkannya. Ini sesuatu yang menarik. Meski pun mertuanya secara notabene bukan sebagai orang percaya. Kemudian Musa mengajak anaknya laki-laki dan naik keledai. Dapat diperkirakan bahwa anak ini sudah berumur lebih dari 8 hari. Namun yang menarik adalah sebelum Musa bertemu dengan Firaun, Tuhan sudah berencana bahwa Ia akan mengeraskan hati Firaun. Mengeraskan hati adalah membiarkan hatinya keras karena memang itulah hati manusia yang telah berdosa tidak bias tidak berdosa. Hati manusia yang berdosa adalah hati yang keras, maka hati itu bias lembut kalau Tuhan yang melembutkan. Tetapi kalau Tuhan biarkan lagi maka balik lagi menjadi keras. Planning Tuhan harusnya menjadi suatu pelajaran bahwa melayani Tuhan tidak berarti semua berjalan mulus. Mewujud kenapa yang kita inginkan tanpaTuhan di sana jauh lebih mudah dari pada mentaati apa yang Tuhan mau untuk mencapai perwujudannya. Israel disebut sebagai anak sulung, dan kita adalah anak bungsu, orang kafir – yang bukan Israel. Kenapa Tuhan berikhtiar mau membunuh Musa? Itu memang janji Tuhan (Kej 17 tentangSunat), si Musa diperantauan. Musa sudah familiar dengan tradisi

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top