Keluaran

Keluaran 3:1-22

Author : Nikodemus Rindin | Thu, 21 February 2019 - 15:32 | visits : 135
Tags : Alkitab Bible Eksposisi Gereja Keluaran 3122 Khotbah Pendalaman Study Tafsiran

Menarik ketika kita melihat babak baru dari kehidupan yang dijalani oleh Musa. Yang tadinya ia berada di istana dengan kemewahan dan keistimewaan tetapi kini ia harus berada di rumah Yitro mertuanya untuk mengembalakan kambing domba. 40 tahun kehidupannya ia jalani di istana tetapi 40 tahun kemudian ia menjalaninya di padang mengembalakan kambing dan domba. Gunung Horeb merupakan nama lain darigunung Sinai. Ia ke sana karena mengembalakan kambing domba karena di daerah gunung Sinai rumput nampaknya lebih subur dan cocok untuk mengembalakan ternak. Dan ia berjumpa dengan Malaikat yang merupakan wujud dari kehadiran Kristofani. Musa melihat semak duri menyala tetapi tidak di makan api. Karena apa yang dilihatnya menarik perhatian maka ia menyimpang dan berusaha melihat apa yang sesungguhnya terjadi.

Ketika Malaika itu memanggil Musa maka Musa dengan segera menyebutnya sebagai Allah. Bagaimana Musa bias mengetahui bahwa itu adalah Allah? Tentu kedekatan dengan-Nya yang membuat Musa bias meresponi suara Allah dan kehadiran-Nya. Allah yang menyatakan diri dalam wujud kehadiran-Nya itulah yang kudus, bukan berbicara tentang tempat di mana seorang berada. Sebagai manusia berdosa, maka manusia yang berdosa tidak boleh dating mendekati Allah dengan sembarangan tetapi dia harus menanggalkan kenajisannya. Allah menunjukan identitas Pribadinya kepada bahwa Dia adalah Allah ayahnya, Allah Abraham, Allah Ishakdan Allah Yakub. Ketika seseorang berjumpa dengan Allah bias jadi menyenangkan tetapi juga bias menjadi menakutkan.

Kehadiran Allah bias membawa berkat tetapi bias mendatangkan suatu penghukuman. Bisa mendatangkan kehidupan tetapi bisa juga mendatangkan kematian. Ketika Allah menyatakan diri maka tidak mungkin bagi satu pun manusia untuk bias menatap wajah Allah yang penuh dengan cahaya sehingga Musa menutup mukanya. Kehadiran Allah menjadi kehadiran yang penuh dengan keagungan dan kemuliaan yang penuh. Sehingga perjumpaan dengan Tuhan menghasilkan ketakutan dan kegentaran sebagai seorang hamba Tuhan. Namun anehnya adalah dalam konteks kekiniaan banyak orang merasa telah berjumpa dengan Tuhan dan tidak merasa gentar.

Ketika umat Israel yang telah mengikat perjanjian dengan Allah, maka meskipun mereka berada di tempat yang sukar maka Allah menjadi Allah yang setia memperhatikan dan memelihara hidup mereka. Setiap kali kita mengalami keraguan dan kebimbangan maka ketika kita melihat bagian ini kita di bawa untuk melihat kasih setia Tuhan yang tidak pernah beranjak dari umat yang dikasihi-Nya. Memahami pemeliharaan Tuhan memang tidak mudah dan tidak gampang, namun Ia selalu menepati janjinya kepada setiap keturunan.

Negeri yang akan diberikan kepada orang-orang Ibrani kelak, maka kita tahu bahwa negeri-negeri itu adalah negeri yang kuat. Namun tangan Tuhan sendiri yang akan membawa mereka kesana. Di sana berlimpah susu dan madunya. Tugas dan tanggungjawab orang Israel adalah mengikuti pimpinan Allah dan memandang pimpinan-Nya sebagai sesuatu yang baik serta tidak pernah salah. Musa meresponi panggilan Tuhan dengan merasa diri tidak layak. Ia merasa tidak layak menghadap Firaun dan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Namun Tuhan mengeguhkannya dan berkata bahwa tangan Tuhanlah yang menyertai-Nya. Sebagai Pribadi yang mengutus maka Allah memberitahukan tentang siapa diri-Nya, yaitu Dia adalah Allah yang tidak perlu dipertanyakan (Aku adalah Aku), Dia adalah Tuhan nenek moyang mereka. Tuhan akan memukul Mesir dengan perbauatan yang ajaib, Tuhan yang menuntun mereka keluar dari Mesir. Ia akan membuat bangsa Mesir bermurah hati sehingga Israel pergi dengan membawa barang, kain, emas dan semua yang mereka perlukan.

Ringkasan belim diperiksa oleh narasumber (Pdt. Netsen)

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top