Keluaran

Ringkasan Pendalaman Alkitab (Keluaran 23:1-33)

Author : Pdt Nikodemus Rindin | Thu, 14 December 2017 - 09:51 | visits : 309
  • Materi  PA                         : Keluaran 23:1-33
  • Topik                                  : Peraturan tentang hak-hak manusia, Peraturan tentang Kebaktian dan hari-hari raya, Janji dan tegoran kepada Israel.
  • Narasumber                       : Pdt. Netsen
  • Tambahan Penjelasan    : Pdt. Bigman Sirait

Aturan demi aturan Tuhan berikan kepada bangsa Israel sebelum mereka memasuki tanah perjanjian.  Pasal ini dimulai dengan perintah agar bangsa itu tidak menyampaikan kabar dusta.  Hal ini berkaitan dengan hukum dengan ke-9 dari sepuluh hukum, yaitu jangan bersaksi dusta tentang sesamamu. Jangan pernah menjadi saksi dusta tentang sesamamu.  Kalau dia salah maka baik katakan salah, dan kalau dia benar maka katakanlah yang benar itu. Kesaksian yang tidak benar adalah suatu kejahatan di mata Allah.  Jangan memihak kepada orang miskin kalau dia salah tetapi jangan juga memihak kepada orang kaya, tetapi berpihaklah pada kebenaran yang sesungguhnya. Aspek yang berikutnya adalah bila seseorang melihat lembu atau keledai musuh tersesat maka haruslah dikembalikan.  Atau bila keledai atau lembu membawa barang yang terlalu berat bebannya maka haruslah dia menolongnya.  Dalam hal ini kita diajarkan agar tidak membalaskan kejahatan musuh kita dengan perbuatan jahat tetapi balaskan itu dengan perbuatan baik. Tidak ada seorang pun yang boleh memperkosa hak orang miskin di dalam perkaranya.  Tempatkan orang yang benar pada hal semestinya dan jangan pernah membunuh orang yang benar.  Bagi Allah orang benar adalah benar, orang salah adalah salah.  Warnanya sangat jelas dan tidak ada kompromi. Praktek suap telah dilarang mulai dari masa lampau.  Suap bisa menghancurkan seseorang, mata menjadi gelap dan memutarbalikan fakta yang ada.  Dan itu suatu kekejian bagi Tuhan.  Yang miskin tidak boleh menerima suap, dan yang kaya tidak boleh memberi suap.  Mari kita berlaku benar dan jujur.

Perlakukan orang asing dengan baik dan jangan ditekan atau ditindas.   Karena mere pun dahulu adalah seorang asing di Mesir, bagaimana mereka diperlakukan secara kejam dan menyakitkan.  Namun mereka tidak boleh membalaskan perbuatan orang asing dengan kekejaman tetapi dengan seharusnya, sebagaimana mereka dulu ingin diperlakukan.  Orang Mesir tidak mengenal Allah yang hidup, namun orang Isrel mengenal Allah yang hidup, yang memimpin dan memelihara bangsa itu dengan kebaikan.  Perhatian terhadap orang miskin yang tidak punya haruslah dilakukan, yakni setelah lahan itu digarap selama enam tahun maka tahun ke tujuh harus tanah garapan itu dihantikan dan dibarikan agar digarap oleh orang miskin dan mereka bisa makan.  Demikian juga bahwa mereka diminta untuk bekerja selama enam hari lamanya dan hari ketujuh mereka haruslah mereka berhenti dan mempersilahkan orang orang asing dan orang miskin bahkan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan.  Allah begitu memperhatikan kelangsungan hidup yang ada sehingga peraturan ini dibuat sedemikian indah dan luar biasa.  Persoalan makan minum, berkat dan masa depan semua tidak terletak pada usaha manusia tetapi terletak sepenuhnya pada tangan Tuhan.  Dan Tuhan sangat mampu untuk memelihara kita.  Allah menjaga bangsa-Nya Israel agar tidak tercemar melalui suatu perintah agar jangan sampai ucapan terhadap ilah-ilah itu keluar dari mulut mereka.  Tetapi mereka harus berbakti kepada Tuhan Allah saja.

Ada tiga hari raya yang dilakukan oleh bangsa Israel.  Hari raya roti tidak beragi.  Ini mengingatkan tentang pasca keluarnya bangsa itu dari tanah Mesir.  Hari raya berikutnya, yaitu hari raya paskah mereka harus mengingatkan peristiwanya mereka dari tanah Mesir.  Hari raya selanjutnya adalah hari raya menuai atau mengumpulkan hasil panen.  Dalam PB, hari raya itu menjadi hari raya pentakosta. Pada hari raya panen maka seseorang diminta untuk membawa sesuatu kepada-Nya.  Hal ini menggambarkan bahwa kedatangan seseorang pada Tuhan, tidak boleh dengan tangan hamba.  Tetapi bawalah apa yang bisa kita bawa kepada-Nya.  Persembahan janda miskin dipuji bukan karena jumlahnya tetapi karena kualitas dan kerelaan yang penuh sukacita.

Penyertaan Tuhan bagi orang Israel tidak akan pernah beranjak, penyertaan itu bisa melalui tiang api di malam hari dan bisa tiang awan di siang hari.  Tetapi kehadiran malaikat yang adalah simbol kehadiran Allah pun bisa juga menjadi bagian di dalamnya.  Allah juga bisa menyertai melalui kehadiran Musa dan Yesus. Ketaatan pada malaikat atau orang-orang yang dipakai oleh Tuhan haruslah dikerjakan dengan kesadaran bahwa mereka mau melakukannya dalam ketaatan kepada Allah.  Ketaatan bangsa itu kepada Tuhan menjadi kekuatan mereka, bila mereka taat maka Allah akan  membuat mereka mengalahkan para lawan atau musuh yang ada di depan.  Tetapi bila mereka tidak taat maka Allah akan menjadi lawan mereka.  Itu sebab mereka tidak boleh mendurhaka kepada Tuhan karena yang mendurhaka maka kesalahannya tidak akan diampuni.

Segala sesembahan yang berupa apa pun termasuk patung haruslah dimusnahkan.  Karena kekudusan Allah menjadi hal yang harus dimasyurkan ditengah-tengah umat-Nya.  Allah tidak mau ada ilah lain yang berada di tengah umat atau pun disembah oleh umat itu.  Namun janji Tuhan menyertai mereka bahwa, “barangsiapa yang beribadah kepada Tuhan maka Allah akan memberkati roti makanan dan air minuman, mereka akan dijauhkan dari sakit penyakit dan memberkati buah kandungan.”  Dalam hal ini kita melihat bahwa memang benar bahwa berkat Tuhan tersedia bagi mereka yang sungguh-sungguh percaya.  Tetapi bukan berarti bahwa orang percaya harus selalu kaya, harus selalu diberkati dan harus selalu berada dalam kehidupan lancar serta nyaman adanya.  Apa dan bagaimana kehidupan kita sangat bergantung pada kerelaan dan kehendak-Nya.  Dan tidak diragukan bahwa Allah sangat sanggup untuk menyediakan apa pun yang terbaik, tetapi semua hanya akan terjadi seturut dengan kehendak-Nya semata.

Ada satu hal yang menarik bahwa sebelum mereka masuk ke dalam negeri yang dijanjikan bahwa Allah telah dari jauh hari mengatakan “Ia akan menentukan batas daerah mereka mulai dari laut Teberau sampai ke laut Filistin dan dari padang gurun sampai sungai Efrat.  Namun dalam hal ini tahulah kita bahwa segala sesuatu yang diraih, yang ditempati dan kepergian musuh-musuh bukan karena kekuatan Israel tetapi semua karena pekerjaan Tuhan.  Dengan demikian dikemudian hari tidak ada orang Israel yang boleh mengklaim bahwa mereka boleh ada di tanah perjanjian oleh karena kekuatan mereka.  Namun sebaliknya, mereka harus berkata hanya oleh karena Tuhan saja mereka ada di sana.  Allahlah yang memberikan batas dan patokan untuk teritorial bangsa itu.  Mereka tidak boleh mengadakan perjanjian bangsa asing dan allah mereka.  Karena bila hal itu terjadi maka sebetulnya mereka telah menghina dan mengingkar janji mereka kepada Allah.  Dan itu adalah suatu penghinaan.

Pertanyaan:

Berkaitan dengan berkat dan kutuk, ada orang yang mandul padahal dia orang saleh dan berdoa minta anak kepada Tuhan namun tidak diberikan.  Namun ada orang yang diberikan Tuhan banyak anak padahal keuangan minim untuk menjalani hidup hari-hari dan menafkahi keluarga.  Ada orang yang punya materi tidak diberikan anak tetapi ada yang hidup susah justru punya anak yang banyak. Apakah yang tidak punya anak dikutuk atau berdosa tetapi apakahkah yang punya anak banyak diberkati? 

Jawaban:

Fenomena harus dipahami dalam batas fenomena saja karena masalahnya bila kita kaitkan dengan teologi maka sebetulnya tidak ada.  Konteks di sini menjelaskan bahwa orang Israel yang benar diberkati kandungannya dan orang yang tidak benar akan dibuat mandul.  Ini adalah perwujudan dari pembelaan Tuhan terhadap umat-Nya.  Namun ternyata banyak orang yang terjebak dalam dualistik.  Orang mandul terkutuk dan yang tidka mandul diberkati Tuhan.  Namun lupa memperhatikan realitas di dalam Alkitab.  Sebab tidak pernah dikatakan bahwa orang percaya tidak ada yang mandul, nenek moyang Israel Sarah sempat mandul, ibunya Samuel juga mandul, lalu ada istrinya daud yang mengejek, dia akhirnya mandul  tetapi mandul harus dilihat sebagai kutuk adalah ketidakberdayaan di dalam menumbuh kembangkan generasinya.  Mandul bisa juga menjadi alat Tuhan untuk menyatakan mujizat-Nya.  Di sisi lain, masalah anak sebetulnya bukan masalah uang atau miskin tetapi masalah kesuburan tiap-tiap perempuan yang tentu berbeda. Ada realita sosiologis yaitu bahwa banyak anak-banyak rejeki, sedikit anak sedikit rejeki.  Aspek teologisnya adalah mandul sebagai murka Tuhan menghilangkan generasi, namun mandul bisa menjadi alat Tuhan untuk menyatakan kemuliaan Ilahi.

Note: Ringkasan PA ini belum diperiksa oleh Narasumber.

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top