Efesus

Memahami Kemuliaan Kristus (Efesus 1:15-23)

Author : Pdt Nikodemus Rindin | Sat, 26 March 2016 - 16:34 | visits : 887
Tags : Kemuliaan

Di dalam ayat 1-14, kita telah menemukan penjelaskan Paulus tentang betapa kayanya kehidupan orang yang percaya kepada-Nya, sebab mereka telah menerima berkat rohani dari Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus.  Berkat tersebut telah dimeteraikan sebagai jaminan bahwa mereka adalah milik kepunyaan Allah. Melalui berkat tersebut mereka bisa menikmati sukacita sebagai orang-orang pilihan, menikmati persekutuan dengan Kristus sekaligus persekutuan dengan orang percaya lainnya dan menikmati perlengkapan senjata rohani yang memampukan mereka untuk melawan segala bentuk kuasa si jahat. 

Pada bagian ini Paulus memuji iman dan kasih orang-orang Kristen di Efesus, namun ia merasa perlu mendoakan mereka agar Allah memberi kepada mereka kemampuan untuk menangkap, merasakan, memahami dan mempraktek berkat rohani yang sudah mereka terima dalam kehidupan sehari-hari.  Landasan permohonan itu adalah agar mereka mendapat Roh hikmat dan wahyu dari Bapa yang mulia itu.  Pertama, dalam hal ini hikmat atau bijaksana memang sangat diperlukan oleh orang percaya. Menjadi orang Kristen adalah menjadi orang Kristen sebagaimana dikatakan oleh Roma 12:1-2, diperbaharui akal-budinya. Konsep mind (pikirannya) harus diperbaharui, dibentuk, diajar, kembali kepada Tuhan, dan meminta kepada Tuhan Roh bijaksana. Sama seperti Salomo minta bijaksana kepada Tuhan. Tuhan sangat menghargai permintaan ini. Standar bijaksana ini bukan dunia tetapi wahyu dari Tuhan Allah. Melalui hikmatnya seseorang mampu membedakan mana kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Kedua, wahyu atau kebenaran firman Tuhan menjadi sesuatu hal yang sangat utama bagi orang percaya.  Itulah sebabnya Alkitab diberikan kepada kita agar kita mengetahui kebenaran itu.  Di dalam wahyu umum semua orang dimungkin untuk mengenal dan mengetahui bahwa Allah adalah pencipta dan penguasa alam semesta.  Namun di dalam wahyu khusus setiap orang percaya dimungkinkan untuk memahami dan merasakan kemuliaan dan kasih Kristus yang telah mereka terima melalui karya-Nya di kayu salib.  Ketiga, pengertian datang ke hati orang percaya (1:18).  Sebetulnya ketidaksanggupan seseorang untuk melihat dan memahami hal-hal yang rohani seringkali dihambat karena persoalan hatinya.  Itu sebab mata hatinya perlu dibukakan oleh Roh Kudus agar mata hati menjadi terang sehingga mampu mengerti pengharapan yang terdapat di dalam Kristus.

Dalam doanya, ada beberapa bagian yang dipaparkan oleh Paulus sebagai harapannya bagi orang-orang Kudus di Efesus.  Pertama, agar mereka mengenal Dia dengan benar (ay.17).  Pengenalan akan Allah yang benar memang harus menjadi perhatian utama bagi setiap orang percaya. Sebab tak sedikit orang memahami Allah dengan pemahaman yang salah dan keliru. Perjumpaan dengan Allah dalam pribadi Yesus Kristus menjadi sumber pengenalaan akan Dia yang seutuhnya. Alkitab mengisahkan bahwa kita dapat Mengenal Dia sebagai Pencipta, Pemelihara, Penguasa, Juruselamat, dan Hakim. Allah memberikan kemungkinan bagi kita untuk mengenal-Nya sebatas dan sejauh mana Ia ingin dikenal.  Kedua, agar mereka mengerti pengharapan dari panggilan-Nya (ay.18a).  Panggilan yang kita miliki di dalam Yesus Kristus mengandung pengharapan yang kaya dengan kemuliaan-Nya sebab di dalamnya terimpan kekuatan kuasa-Nya. Segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki-Nya sehingga Jemaat yang adalah tubuh-Nya mengalami kepenuhan-Nya secara penuh dan utuh. Itu sebab Ia berdaulat atas semua dan segala sesuatu yang ada. Di dalam panggilan-Nya itu kita dapat mengenal kuasa Allah yang bagi kita yang percaya. Karena kuasa Allah di dalam Kristus kita di selamatkan dan mendapat bagian dalam pekerjaan-Nya dan tempat di dalam Kerajaan Allah.  Paulus ingin mengajak semua orang percaya untuk mengetahui panggilan kita seutuhnya.  Dan panggilan itu terletak di dalam kuasa kasih Allah yang dinyatakan di dalam pelayanan Yesus Kristus dan ketaatan-Nya sehingga Ia rela memilih jalan salib dan dibangkitkan pada hari yang ketiga dari antara orang mati, naik ke surga duduk disebelah kanan Allah Bapa.  Suatu saat cepat atau lambat Ia akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.  Kedatangan-Nya menjadi pengharapan bagi orang yang percaya karena bagi mereka pengharapan itu tidak mengecewakan karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus  yang telah dikaruniakan kepada kita (Roma 5:5).

 

Pertanyaan:

 

  1. Apa yang dipuji oleh Paulus dari Jemaat Efesus?
  2. Apa yang dimaksud dengan hikmat?
  3. Apa yang dimaksud dengan wahyu?
  4. Apa yang dimaksud dengan pengertian?
  5. Mengapa Paulus berdoa agar jemaat Efesus menerima hikmat, wahyu dan pengertian?
  6. Mengapa Jemaat Efesus perlu mengenal Dia?
  7. Mengapa Jemaat Efesus perlu mengerti pengharapan dari panggilan-Nya?

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top