2 Korintus

Lagi, Demi Pelayanan Pewartaan (2 Korintus 11: 7-12)

Author : Pdt Slamet Wiyono | Wed, 9 November 2016 - 09:18 | visits : 2683

2 Korintus 11: 7-12

Bahaya terbesar dalam sebuah persekutuan umat Tuhan adalah bahaya dari dalam.  Bahaya itu kerap tidak disadari keberadaannya, namun dampak yang ditimbulkan teramat berbahaya.  Pada bagian ini kembali kita disuguhkan Paulus sebuah gambaran yang begitu terang, baik tersirat pun tersurat, tentang pembeda antara dirinya (Rasul Asli) dan para pengajar atau rasul palsu yang tanpa sadar telah menguasai alam pikir jemaat Korintus. 

Hal yang paling kentara sebagai pembeda antara yang asli dan Palsu, seperti juga telah disinggung pada bagian-bagian sebelumnya, adalah soal orientasi materi.  Nampak jelas dari bagaimana Paulus, sebagai orang yang berhak mendapat “upah” dari pemberitaannya, justru rela tidak menerima upah. Sebuah sindiran telak, sekaligus hal yang mencelikkan mata jemaat Korintus, bahwa dirinya sama sekali berbeda dengan banyak rasul palsu yang bertebaran di Korintus.  Jika rasul palsu orientasinya adalah uang, penghargaan dan pujian dari jemaat, paulus justru menghindarkan hal itu.  Dia menyebut, karyanya memberitakan Injil kepada jemaat itu cuma-Cuma, alias gratis, tidak mengharap pamrih sedikit pun (11:7).   Dari bacaan kita di konteks ini, Paulus menyebut bahwa dirinya justru tidak ingin merepotkan jemaat dalam hal ekonomi (tunjangan) atas hidupnya (11:8).  Dia menceritakan betapa Tuhan tetap berkarya dalam pelayanan Paulus, dengan melibatkan jemaat lain untuk memelihara hidup dan pelayanannya (11:8).  Pun ketika kondisi sangat minim, ketika kekurangan di Korintus, Paulus tidak mengemis, meminta-minta kepada jemaat, tidak menyusahkan jemaat.  Sebab kekurangan dirinya telah dicukupkan oleh jemaat dari Makedonia. 

Di sini letak ironi yang Paulus ingin tunjukkan kepada jemaat Korintus.  Seperti kita ketahui, jemaat Makedonia adalah jemaat yang miskin, tapi pelayanan mereka sungguh luar bisa.  Bahkan memaksa (mendesak) Paulus agar diperbolehkan untuk mengambil bagian dalam pelayanan  kepada orang-orang kudus (2 Kor 8:3-4).  Sementara jemaat Korintus adalah jemaat yang kaya, baik kaya materi maupun kaya karunia.  Sebuah kota metropolitan Yunani yang terkemuka pada zaman Paulus. Sekaligus kota yang angkuh secara intelek, kaya secara materi, dan bejat secara moral.    Berada di tempat “basah”, tapi tak mencicipi nikmatnya limpahan air darinya.  Berada di tempat yang banyak orang kaya di sana, penuh dengan limangan harta, tapi tidak sensitif dengan kondisi rasulnya pewarta firmannya.  Kalau tidak, maka tidak mungkin sampai kekurangan (baca: kelaparan) di tempat seharusnya dia mendapat kelimpahan.  Kalau boleh sedikit diparodikan bunyi pepatah yang akrab di telinga: “Ayam kelaparan di lumbung Padi”.  Itulah kondisi yang Paulus alami.  Dengan turut ambil bagiannya jemaat Makedonia justru menunjukkan betapa Paulus bukan orang yang punya orientasi materi, uang dan harta benda.  Juga menunjukkan betapa cara Tuhan mencukupkan hamba-hambanya teramat unik lagi menggelikan.  Bukan dihidupi orang yang penuh gelimang harta, tapi dicukupkan kekurangannya justru oleh jemaat yang miskin. 

Ini bukanlah kemegahan (kebanggan) yang semu seperti kebanggaan para rasul palsu yang tak asli, tak di dapat dari olah dan hasil perjuangan sendiri.  Kebanggan Paulus bahwa dirinya diperkenan Allah memberitakan Injil Cuma-Cuma/gratis juga bukanlah kebanggan yang dimaksudkan untuk mengunggulkan diri agar di puji, tidak sama sekali.  Tapi seperti dijelaskan dalam suratnya, maksud utama Paulus memegahkan diri dalam konteks ini, adalah murni bagi dampak Injil itu sendiri.  Agar pengaruh pewartaannya sampai di Akhaya tidak dihambat atau dirintangi oleh orang-orang yang mengaku-ngaku pengajar, tapi sesungguhnya Palsu (11:10). Demi mencegah rasul-rasul palsu itu agar tidak mendapati kesempatan untuk menyatakan, bahwa mereka sama dengan Paulus.  Agar tidak ada kesempatan mereka bisa mengklaim dan membanggakan diri atas nama pelayanan yang tak pernah mereka lakoni (11:12). Slawi

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top