YA TUHANKU, YA ALLAHKU

Author : Pdt. Bigman Sirait | Wed, 12 March 2014 - 14:55 | View : 1346

Follow Twitter @bigmansirait

Setelah kebangkitan Yesus Kristus, suasana bathin para murid bercampur aduk. Sangat sulit membayangkan kabar kebangkitan itu. Apalagi dilatar belakangi dengan kealpaan para murid dipenyaliban Yesus. Dan, dipertemuan kali ini, gilir Thomas yang hadir, dan ini pertama kali melihat Yesus yang telah bangkit. Dipertemuan sebelumnya dengan para murid, Thomas tak ada disana.

Thomas adalah murid yang skeptis, meragukan segala sesuatu sebelum mempercayai seutuhnya. Tak pernah bisa percaya tanpa bukti nyata. Lihat saja diperistiwa kebangkitan Lazarus, dengan sinis dia ikut menyebut, mari kita tidur bersama Lazarus. Ini dikatakannya merespon ucapan Yesus yang berkata bahwa Lazarus tidak mati, melainkan hanya tertidur. Dan, kali ini, sikap skeptis nya dipertunjukkan dengan berkata kepada sesama rasul; Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku kedalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku kedalam lambung Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya (Yohanes 20:25).   

Khas Thomas siperagu, bahkan karya kebangkitan Yesus Kristus Guru Agung juga diragukannya. Dikeraguannya yang tinggi, rasionya terasa sempit untuk bisa memahami semuanya. Sementara imannya, “seperti terparkir rapi tak terpakai”. Ah, Thomas, dalam kejujuran sikapnya, sebetulnya dia menjadi reprentasi manusia modern. Yang selalu meragukan segala sesuatu, dan sangat sulit memahami apalagi menikmati makna keberimanan.

Dipertemuan kali ini, dirumah yang sama, tempat para rasul bertemu Tuhan Yesus, delapan hari kemudian, kembali Dia menyatakan diri Nya. Dirumah yang tertutup, dengan pintu yang terkunci, Tuhan Yesus hadir secara ajaib ditengah-tengah mereka. Damai sejahtera bagi kamu, bukan sekedar sebuah ucapan, tapi kuasa yang sangat terasa dikehadiran Kristus. Tak banyak membuang waktu, Tuhan Yesus memecah keheningan yang tercipta. Ucapan Nya yang langsung menunjuk kepada Thomas, terasa sangat menghentak. Thomas, taruhlah jarimu disini, dan lihatlah tangan Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukan kedalam lambung Ku, dan jangan tidak percaya lagi.

Perkataan langsung, tegas, dan sangat kuat. Thomas, tak mampu bertindak, dan tak bereaksi untuk membuktikan keraguannya. Dia tak beranjak kearah yang ditunjukkan Tuhan Yesus. Seluruh keskeptisannya langsung runtuh. Dan, Thomas menjawab dalam sebuah pengakuan; Ya Tuhanku dan Allahku. Sebuah pengakuan iman yang sangat kuat, sebelum kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Ya Tuhanku dan Ya Allahku, dengan sangat tegas mengumandangkan ke Tuhanan Yesus Kristus. Thomas tak berkata, Ya Mesias Anak Allah, yang masih bisa diperdebatkan pemaknaannya.  Tetapi Tuhanku dan Allahku, itu final. Betapa luarbiasanya pengakuan iman rasul skeptis ini. Dan itulah Thomas yang menemukan makna sejati kebangkitan Yesus Kristus, yang; Tuhan dan Allah!

Pengakuan iman Thomas, digaris bawahi oleh Yesus Kristus dengan ucapan yang tajam; Karena engkau telah melihat, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Iman, bukanlah produk rasio, melainkan iman itu sendiri memberi pengetahuan akan Allah yang hidup. Karena itu, melihat dan menjadi percaya mengandung konotasi percaya yang memang sudah semestinya. Karena sudah melihat! Tetapi percaya sekalipunpun belum melihat, itu melompat, karena mempercayai yang tidak semestinya. Belum melihat, bagaimana mau percaya?

Itulah iman sejati. Adakah iman itu menjadi milik kita, dan menuntun kita dikehidupan ini? Selamat menjadi orang yang beriman, yang percaya sekalipun belum melihat. Dan dengan iman seperti itulah kita menjalani kehidupan ini. Sekalipun kita tak bisa melihat hari esok, namun kita tahu, karena kita percaya, besok Tuhan tetap memelihara langkah-langkah kita.

Selamat beriman percaya, selamat Paskah.

See also

jQuery Slider

Comments

Top