Dipersatukan Di Dalam Kristus (Efesus 2:11-22)

Author : Pdt Nikodemus Rindin | Fri, 15 April 2016 - 17:40 | View : 743
Tags : Dipersatukan
dipersatukan-di-dalam-kristus-.jpg

Related

Pada bagian sebelumnya Paulus menegaskan bahwa keselamatan yang diperoleh oleh setiap orang percaya hanya oleh karena iman kepada Yesus Kristus yang telah mati bagi dosa mereka.  Oleh kekayaan kemurahan Allah yang penuh dengan rahmat melimpahkannya kepada manusia ketika manusia masih hidup dalam dosa dan berbagai pelanggaran yang ada.  Meski pada dasarnya manusia sangat layak dimurkai, namun kasih Allah diberikan sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita di dalam Yesus Kristus.

Dalam bagian ini Paulus sengaja mengingatkan kembali Jemaat Efesus bahwa memang mereka dahulu bukan sebagai orang-orang Yahudi secara daging karena secara tradisi mereka tidak bersunat sebagaimana yang diharuskan menurut hukum Taurat bagi orang-orang Yahudi. Dan sebagai warga non-Israel tentu tidak ada alasan bagi mereka untuk berharap mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan karena mereka waktu itu tanpa Kristus, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.  Tetapi kehadiran Kristus menjadi alasan semuanya itu mungkin, mereka yang dahulu jauh sekarang menjadi dekat.  Mereka yang dahulu berseteru sekarang telah diperdamaikan.  Yesus Kristus merubuhkan tembok pemisah antara Yahudi dan non-Yahudi, Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya dengan maksud agar keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya.  Salib Kristus membuka pintu perdamaian dan sekaligus melenyapkan perseteruan antara manusia dengan Allah dan antara manusia dengan sesamanya.  Sehingga kini berita tersebut menjadi kabar damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat.  Semua orang terikat dan menyatu karena kasih Tuhan.  Yesus mempersatukan mereka dengan tujuan agar mereka menjadi milik-Nya dan menjadi anggota keluarga Allah yang kokoh dalam kasih persaudaraan satu dengan yang lain.  Di dalam Kristus mereka yang jauh dan yang dekat terikat dalam satu Roh yang melaluinya mereka beroleh jalan masuk kepada Bapa di surga.  Dengan demikian mereka bukan lagi orang asing dan pendatang, namun mereka adalah kawan sewarga orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. 

Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa anggota-anggota keluarga Allah dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.  Batu penjuru adalah sebuah batu besar yang ditempatkan pada fondasi di sudut utama suatu bangunan baru. Batu ini menghubungkan bagian ujung tembok dengan tembok sebelahnya, sehingga keduanya menyatu (Ef. 2:20). Pemberitaan para nabi dan nubuatan yang di sampaikan di dalam PL tentu sangat diperlukan oleh umat dan pemberitaan injil yang dikumandangkan oleh para rasul tentu sangat penting karena keduanya adalah dasar dari bangunan tersebut.  Namun Kehadiran Yesus Kristus menjadi pengikat utama dan penentu bagi penyatuan yang utuh antara PL dan PB.  Tanpa Kristus maka semuanya akan ambruk. Tak dapat dipungkiri bahwa ajaran yang benar memang harus mengacu pada isi berita yang sesuai dengan berita yang disampaikan oleh para nabi dan rasul karena bagian ini menjadi fondasi yang sangat penting bagi orang percaya.  Ketika orang percaya sudah tidak mengikuti pengajaran para nabi dan para rasul maka sebetulnya gereja tersebut telah kehilangan dasarnya.  Bila gereja telah kehilangan dasarnya maka cepat atau lambat gereja tersebut akan ambruk dan kehilangan arah, langkah – menuju kesesatan.  Namun bila dasar para nabi dan para rasul sudah dibangun dengan baik dan benar maka Kristus Yesus yang adalah batu penjuru itu akan memperkokoh dan menyatukan kedua dasar tersebut dengan kuat.  Dengan demikian nabi dan rasul adalah bagian yang sangat penting guna tegaknya suatu bangunan.  Namun Kristus Yesus adalah pribadi yang utama dalam memperkokoh bagunan itu.  Itu sebab gereja yang kuat dengan pengajaran yang ketat tetapi tidak mengutamakan pemberitaan tentang Kristus akan menjadi gereja yang lemah dalam menghidupi kasih Kristus.  Bila Kristus menjadi fokus dan kekuatan utamanya maka di dalam gereja tumbuh seluruh bangunan secara rapi dan menjadi bait Allah yang kudus.  Tumbuh menjadi suatu bangunan sebagai tempat kediaman Allah di dalam Roh.  Bila Allah ada di dalam hidup orang percaya, maka kehidupan orang percaya menjadi limpah dan menyenangkan.

Pertanyaan:

  1. Apa yang dikatakan Paulus tentang kehidupan orang-orang non-Yahudi menurut daging?
  2. Apa yang dikatakan Paulus tentang kehidupan orang-orang waktu tanpa Kristus?
  3. Apa yang dikatakan Paulus tentang kehidupan orang-orang yang berada di dalam Kristus?
  4. Bagaimanakah Allah melenyapkan perseteruan itu?
  5. Melalui siapakah manusia memiliki jalan masuk kepada Bapa?
  6. Mengapa dasar bangunan dan batu penjuru itu penting bagi orang percaya?
  7. Mungkinkah gereja bertumbuh dengan baik bila tanpa dasar para nabi, rasul dan Kristus Yesus?

See also

jQuery Slider

Comments

Top