Diselamatkan Karena Kristus (Efesus 2:1-10)

Author : Pdt Nikodemus Rindin | Fri, 1 April 2016 - 11:37 | View : 547
Tags : Diselamatkan
90e33ab437751f1318991da1993eeb3e.jpg

Related

Pada bagian ini Paulus menyingkapkan realitas kehidupan yang dijalani oleh orang-orang Efesus sebelum mereka mengenal Kristus. Dulu mereka hidup dalam pelanggaran demi pelanggaran dan dosa demi dosa tetapi karena sekarang mereka telah menerima Yesus Kristus maka seharusnya mereka mematikan tabiat dosa dan mengikuti pimpinan Bapa di surga.  Penguasa kerajaan angkasa dan dunia ini tidak pernah berhenti dan terus berusaha menyeret mereka untuk mengikuti jalan dunia ini.  Namun Paulus juga secara jujur membongkar kehidupannya yang dulu, saat masih terikat dengan kehidupan yang dijalani dengan nafsu semu, kehendak daging dan pikiran jahat. Mereka adalah orang-orang yang tidak layak dihadapan Allah dan lebih pantas dimurkai.  Murka itu setara dengan ketegasan Allah atas pelanggaran manusia, yaitu maut.  Sebab upah dosa adalah maut (Roma 6:23).  Tak ada satu pun manusia yang bisa bebas dari maut dan tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan kuasa maut kecuali kasih Allah yang besar itu.  Itu sebab Paulus berkata bahwa kalau masih ada kemungkinan manusia diselamatkan itu semata karena Allah kaya dengan rahmat (belas kasih).  Kekayaan kasihnya sama dengan harga yang harus ditanggung di kayu salib.  Kualitas kasihnya bersifat universal (universal grace), bagi seluruh dunia sehingga semua orang bisa menikmati udara segar, sinar matahari, kekayaan alam, dan semua karunia Tuhan di seluruh alam semesta ini.  Namun kualitas kasihnya juga bersifat spesial (spesial grace), dapat dinikmati oleh orang yang mengaku percaya  kepada Tuhan Yesus Kristus, yaitu keselamatan kekal dan persekutuan dengan Allah Bapa. Dan dalam bagian ini ditegaskan bahwa kasih Allah yang besar itu telah dilimpahkannya kepada kita (tidak ditahan-tahan). Akibatnya mereka yang percaya mengalami kehidupan bersama-sama dengan Kristus – mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran. 

Di dalam Kristus kita bukan hanya mendapat hidup kekal tetapi menerima tempat bersama-sama dengan Dia di sorga. Tetapi menjadi penting bagi kita untuk tahu bahwa kita diselamatkan oleh iman.  Iman itu adalah pemberian Allah yang memampukan setiap orang percaya mengaku dan percaya pada usaha Kristus yang telah melakukan pendamaian antara manusia dengan Allah di kayu salib.  Itu sebab tidak ada manusia yang boleh bermegah dan merasa bahwa keselamatan itu seakan-akan hasil perbuatan atau hasil pekerjaannya. Karena alkitab dengan tegas memberitahukan bahwa keselamatan itu adalah murni permberian Allah.  Maka bodohlah kita apabila kita merasa bisa meraih keselamatan dengan usaha manusiawi kita.  Semua pahala, kebaikan, kesucian, ibadah, ritual rohani, termasuk pelayanan yang sangat hebat sekalipun itu tidak membawa kita kepada keselamatan.  Namun penting bagi kita yang sudah diselamat menunjukan kualitas hidup sebagai orang yang telah diselamatkan karena anugerah itu.  Maka adalah baik bagi kita untuk berlomba-lomba mematikan keinginan daging dan hidup benar di hadapan Allah. Puncaknya Paulus menegaskan bahwa sesungguhnya bahwa orang-orang pilihan adalah hasil karya Allah (Allah adalah master plan dari proyek keselamatan), yang ciptakan di dalam Yesus Kristus (Yesus adalah pelaksana dari proyek keselamatan itu), dengan maksud suatu pekerjaan baik yang telah Allah rencanakan sebelumnya dan Allah ingin kita hidup di dalam rencana-Nya itu. Apakah rencana-Nya itu, yaitu agar kita menikmati hidup dan menikmatinya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10). Kelimpahan yang abadi hanya bisa kita nikmati saat mengalami persekutuan dengan kasih Allah.  Pemazmur berkata, “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu  ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa (Mazmur 16:11).”

 

Pertanyaan:

  1. Apa katakan tentang manusia yang hidup di dalam dosa?
  2. Apa yang Paulus katakan tentang kehidupannya dahulu?
  3. Apa yang dimaksud dengan Universal Grace dan Spesial Grace?
  4. Bagaimana nasib hidup orang berdosa?
  5. Bagaimana nasib hidup orang percaya?
  6. Mengapa Allah disebut Paulus sebagai Pribadi yang kaya dengan rahmat-Nya?
  7. Apa yang dimaksud dengan diselamatkan oleh iman?

See also

jQuery Slider

Comments

Top