Ringkasan Pendalaman Alkitab (Keluaran 24:1-18)

Author : Pdt Nikodemus Rindin | Thu, 15 February 2018 - 15:24 | View : 104
biblestudy.jpg
  • Materi  PA                          : Keluaran 24:1-18
  • Topik                                  : Upacara pengikatan Perjanjian antara Tuhan dengan Bangsa Israel & Musa di Gunung Sinai
  • Narasumber                       : Pdt. Bigman Sirait

Dalam pasal ini kita melihat perjanjian yang dibuat antara Tuhan dan bangsa Israel.  Tuhan meminta agar naik menghadap kepada-Nya; Musa, Harun, Nadab, Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Bangsa Israel.  Istilah tujuh puluh menggambarkan tentang kesempurnaan yang banyak atau yang genap dan penuh.  Nanti menjadi angka tradisi, yang dalam tim penafsir dari Bahasa Aram ke Bahasa Yunani septuaginta, tujuh puluh orang kurang lebih.  Namun menarik bahwa hanya Musa sendiri yang mendekat kepada Tuhan tetapi yang lain tidak boleh mendekat kepada-Nya.  Musa menjadi refresentasi atau menjadi nabi pengantara, antara Allah dengan manusia.  Sementara Harun dan kawan-kawan menjadi perwakilan dalam kategori Iman, pengantara antara umat dengan Tuhan. Segala firman yang disampaikan mereka terima dan tidak ada bantahan. Tindakan-tindakan simbolik di dalam PL tentu saja banyak sekali.  Dikatakan mereka mendirikan mezbah di bawah kaki gunung itu, dengan dua belas tugu, sesuai dengan keduabelas suku Isarel.  Meja persembahan menjadi symbol peribadatan kepada Tuhan yang sudah juga dilakukan sejak zaman dahulu kala oleh nenek moyang Israel.

Istilah domba jantan dan lembu jantan sebetulnya itu sudah menjadi suatu ketentuan dalam persembahan.  Kata jantan di dalam gander bukan menunjuk pada diskriminasi tetapi refresentasi.  Adam ada baru hawa ada, itu refresentasi kepemimpinan bukan merujuk pada diskriminasi.  Lalu dalam tindakan persembahan korban, maka memerciki darah itu sudah menjadi suatu tradisi yang biasa dilakukan.  Percikan itu menjadi suatu symbol perjanjian dan legalitas perjanjian.  Mezbah itu menjadi suci selain karena percikan darah perjanjian itu, tetapi juga karena ikatan perjanjian yang kudus yang disambut umat dalam suatu komitmen yang penuh pada-Nya.  Bahwa mereka siap melakukan segala firman yang didengarkan.  Dalam hal ini Tuhan bukan baru pertama kali melakukan ikatan perjanjian dengan umat Israel.  Namun sebetulnya dalam sunat, yang mereka lakukan maka disana sudah ada ikatan perjanjian personal manusia dengan Tuhan.  Abraham, Ishak dan Yakub telah melakukan sunat sebagai ikatan perjanjian dengan Tuhan.  Namun pada bagian ini perjanjian itu diingatkan kembali bukan hanya dalam cakupan pribadi tetapi dalam lingkup umat. 

Darah adalah sebagai bentuk pengikatan perjanjian antara manusia dengan Tuhan dan penyucian dari dosa yang manusia lakukan.  Perjanjian pengikatan ini menunjukan bahwa umat Israel adalah milik Tuhan.  Dengan demikian mereka harus hidup sesuai dengan ketetapan dan kehendak Tuhan sehingga kepada mereka diberikan peraturan-peraturan agar ada suatu ketertiban hidup dalam ber-Tuhan dan hidup diantara sesama. Musa dipanggil untuk mengajarkan firman Allah kepada umat-Nya.  Kalau Musa naik ke Gunung, bukan berarti bahwa Allah ada di gunung, tetapi gunung merupakan suatu symbol bahwa Allah ada di tempat tinggi itu.  Api yang menutupi gunung itu merupakan suatu symbol kemuliaan Allah yang luar biasa.  Namun yang menarik bahwa Allah yang luar biasa agung dan mulia itu, rela mendatangi manusia dan mengikat perjanjian-Nya dengan manusia.  Apa perbedaan ikatan pada perjanjian lama dan perjanjian baru?  Dalam perjanjian lama kita lihat bahwa symbol ikatan antara manusia dengan Allah adalah melalui sunat.  Namun dalam perjanjian baru, termasuk kita saat ini, maka simbolnya adalah baptisan.  Di sana kita mengikatkan perjanjian kita dengan Tuhan, yang kita percaya. Sekaligus Tuhan yang telah berkorban luar biasa bagi kita, sehingga kita boleh mengalami hidup bersama-Nya. 

Note: Ringkasan PA ini belum diperiksa oleh Narasumber.

See also

jQuery Slider

Comments

Top