Kekayaan Orang-orang Pilihan (Efesus 1:1-14)

Author : Pdt Nikodemus Rindin | Sat, 19 March 2016 - 11:56 | View : 702
Tags : Paulus
n-rich-people-628x314.jpg

Related

Surat Efesus ditulis oleh Paulus pada 62 M., ketika dia sedang berada dalam penjara di Roma karena iman dan ketaatannya dalam melayani Allah. Maksud surat ini adalah untuk menguatkan iman Jemaat agar tidak terpengaruh dengan berbagai praktik penyembahan kepada Dewa Yunani, yaitu dewi Artemis sebab bagi masyarakat Efesus dewi Artemis dipahami sebagai Dewa kesuburan. Dan praktik penyembahan kepada Kaisar. Yang memang lazim dilakukan oleh masyarakat yang ada di Efesus. Banyak yang berpendapat bahwa surat ini mungkin semacam surat edaran yang ditulis untuk digunakan oleh berbagai kelompok Kristen di daerah Efesus dan sekitamya. Tikhikus, salah seorang gembala sidang Jemaat di Kolose dipercayakan untuk menyampaikan surat ini kepada alamat yang dituju. (Ef 6:21, 22). Tema kuat yang dimunculkan dalam kitab ini adalah tentang ”Kekayaan orang Kristen di dalam Kristus.” Allah Bapa telah membuat kita kaya di dalam Yesus Kristus!  Di dalam-Nya kita telah menerima segala berkat rohani. Bila diringkas maka ada dua garis besar yang sangat ajaib dari enam pasal yang ada. Pertama, Kekayaan kita di salam Kristus, telah membawa kita untuk memiliki harta rohani dan kedudukan rohani.  Kedua, tanggung jawab kita di dalam Kristus, memampuan kita hidup dalam kesatuan, kesucian, keharmonisan dan hidup penuh kemenangan melawan kuasa si jahat. Kitab Efesus menunjukkan keseimbangan antara doktrin yang benar (pasal 1-3) dan penerapan praktisnya (pasal 4-6), dalam kehidupan Kristiani. Kita mendapat bagain kekayaan dengan iman dan menginvestasikan kekayaan itu  dengan bekerja. Tanpa keseimbangan ini, kekayaan rohani kita tidak berarti apa-apa bagi kita.  Di sini kita menemukan penekanan antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia. Tentu kita tidak menaati-Nya agar Dia memberi kita anugerah-Nya; karena sebetulnya ketaatan kita hanya merupakan suatu respon kita kepada anugerah yang telah Ia berikan.

Paulus dengan tegas memberitahukan bahwa manusia tidak bisa menyelamatkan diri sendiri karena, “Keselamatan dari TUHAN asalnya!” Ini sekaligus merupakan kekayaan dan berkat rohani yang tak ternilai harganya bagi orang percaya.  Berkat rohani tersebut diterima dari Bapa, Anak dan Roh Kudus – bukan karena usaha manusia. Anugerah itu diberikan kepada orang yang tidak layak menerimanya dan tidak mungkin meraihnya karena usahanya sendiri. Tuhan menyelamatkan orang berdosa bukan untuk memecahkan masalah mereka, tetapi untuk mendatangkan kemuliaan bagi diri-Nya (6, 12, 14, 3:12). Hal inilah sejatinya yang harus menjadi semangat kita, yakni menyenangkan-Nya di dalam segala dimensi kehidupan.  Di dalam Kristus kita telah di tebus, di kuduskan, dipilih dan diangkat menjadi anak-anak-Nya sebagai keluarga-Nya. Dulu secara mutlak kita ada di bawah kuasa dosa dan kuasa dunia.  Tapi sekarang secara mutlak pula Allah di dalam Yesus Kristus mengangkat kita keluar dari kuasa itu dan menempatkan kita di bawah kuasa-Nya.  Tindakan Allah itu telah menghapuskan segala masa lalu kita dan menjadikan kita sebagai ciptaan yang baru. Allah bukan hanya kaya dalam kasih karunia-Nya, tetapi juga tuntas dalam pengampunan-Nya.  Dan Roh Kudus  telah menjadi meterai  sebagai wujud jaminan secara penuh bagi mereka yang percaya kepada-Nya.  Dapatlah disimpulkan bahwa ada tiga berkat yang membuat orang percaya mengalami kekayaan rohani di dalam Kristus.  Pertama, berkat rohani yang berhubungan dengan masa lalu adalah pemilihan-Nya (ay. 4,5,11). Kita dipilih untuk diselamatkan.  Kedua, berkat rohani yang berhubungan dengan masa sekarang, yakni kita diangkat menjadi anak-anak Allah (ay. 5) dan mengalami pengampunan-Nya secara total (ay.7), serta jaminan keselamatan.  Ketiga, berkat yang berhubungan dengan masa yang akan datang, yaitu dipersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu (ay.10).

Pertanyaan:

 

  1. Siapa penulis surat Efesus?
  2. Kepada siapakah surat Efesus ini ditujukan?
  3. Siapa yang dipercaya oleh penulis untuk menyampaikan surat?
  4. Apakah tema utama dari surat Efesus?
  5. Siapa yang memberikan kekayaan rohani kepada kita?
  6. Berkat rohani seperti apa yang kita terima?
  7. Apa yang anda pelajari dari prikop ini, coba ceritakan secara singkat?

Comments

Top